Thursday, August 5, 2010

ketika hal itu menjadi kumaha aink weh



Foto gagal, seonggok kalimat terpintas di dalam pikiran ini, kenapa tiba-tiba bisa mengucapkan kalimat itu? dan anehnya saya tujukan kepada foto yang saya ciptakan sendiri.

Apakah ini hanya sekedar naluri, ketika terbiasa dengan hal-hal yang terlihat indah? walaupun ada kebingungan apa dan bagaimana yang indah itu?

Coba saya rumuskan sekedarnya dulu. Foto mungkin akan terlihat indah jika hasilnya sesuai dengan konsep yang direncanakan, betulkah itu? Entahlah, tapi bisa saja, bahwa tanpa disadari saya merancang suatu konsep yang ditujukan sebagai tindakan ketika memegang sebuah kamera ... ada nilai bernama "keharusan" yang ikut campur di dalam abstraksi untuk mencapai tujuan yang direncakanan. Apa yang bernama "keharusan" itu? keharusan untuk indah-kah? keharusan untuk sesuai rencana-kah? atau keharusan untuk sesuai rencana agar menjadi indah-kah?

Bingung memang, tapi menyenangkan...ya sudahlah...saya akan meminimlaisir pemikiran-pemikiran seperti ini, karena cukup "anarki" terhadap diri saya sendiri, walalupun "anarki" akan diperlukan dalam menilai objektifitas berpikir ketika adanya karya yang tercipta, karena itu adalah sebuah form of dialectics...

Mereka akan menilai keindahan itu sesuai dengan pengetahuan komprehensif atau bahkan doktrin alakadar yang mereka pahami dan saya tidak peduli.

Biarkan para pelaku fotografi bersenang-senang sendiri dengan foto mereka. Eksplorasi atau bahkan eksploitasi di dalam foto, terhadap diri sendiri maupun orang lain...
kumaha aink jeung kumaha si eta we lah...

4 comments:

  1. keharusan itu berarti ada konsekuensi yang terjadi. kalau yang harus tidak terjadi, maka akan ada sesuatu yang terjadi dan itu merugikan.

    harusnya foto ini bagus tapi empunya menganggap ini adalah foto gagal. saya ikut aja deh.

    ReplyDelete
  2. thank you mbok lampung...

    hehe,,sebernarnya tulisan ini bukan mengkritik diri sendiri,tetapi mengkritik org lain,dengan saya sebagai objeknya...

    terinspirasi ketika saya melihat hasil karya foto org yg ada tulisan fail [foto gagal] di captionnya, dan langsung ada komentar dari kawannya untuk mendelete foto tersebut...dan sebenarnya saya cukup kesal waktu melihat hal itu...

    dan untuk foto yg digunakan di atas,itu hanya sekedar melambangkan saya sebagai si objeknya...

    memang rumit kehidupan saya...hoohoho...

    ReplyDelete
  3. nice gan ko ghe.. sagitarius memang senang protes ya sepertinya. hari ini saya menemukan foto-foto yang sebenernya asik2 aja, tapi pas baca komen2nya jadi ga asik. terlalu menekankan pada teknis. padahal fotonya sudah mumpuni. entahlah, semua orang bebas memperlakukan fotonya dan fotografi sesuai dengan yang mereka inginkan. sesuai dengan kacamata yang dia pakai. hanya saja, sayang sekali apabila dia terlalu terpaku dengan teknis. dimana letak kreatifitas kalau begitu?

    #sayaininamanyahanyanumpangcurhatdiseninpagi

    ReplyDelete
  4. ya...apalagi ketika saya kebanyakan melihat orang-orang tersebut adalah baru di dalam dunia fotografi..yang ingin mengerti dan akhirnya berguru kepada orang-orang yang di anggap lebih mengerti..entah, mungkin saja karena perbedaan pola pikir antara si orang yang lebih mengerti dan si pemula..dimana si pemula menangkap pemikiran para guru tidak secara komprehensif/elaboratif melainkan dijadikan sebagai normatifitas yang di pegang erat-erat oleh para pemula di dalam pikirannya...ataupun si gurunya yang tidak mampu menjelaskan secara komprehensif/elaboratif sehingga para pemula menjadikannya sebagai normatif..apapun itu saya tidak menyalahkannya,namun harus tetap bisa dipertanggung jawabkan...

    ReplyDelete