Friday, November 2, 2012

bangun tidur ku terus mandi


Berapa lama saya terbangun? Mungkin sekitar 9 bulan. Sepanjang waktu tersebut saya habiskan untuk menyusun sebuah laporan pertanggungjawaban atas sekitar 2263 hari menggantung mimpi di kaki langit. Baru saja di kaki langit belum sampai alat kelamin apalagi ujung kepala, apalagi ruhnya. Bayangkan saja, ribuan hari dan mimpi itu hanya digantung saja.

Sekarang yang saya perlukan adalah sekedar menghibur waktu, waktu yang tampak kesepian. Waktu tidak bisa berbicara apalagi berargumen. Jadi untuk apa dihibur?

Waktu menjadi bagian yang terpenting dalam kehidupan makhluk hidup, sedangkan waktu tidak pernah hidup. Dia given dan seolah menjadi hidup. Dimanifestasikan dalam bentuk rotasi bumi dan jam. Setiap saat, jam selalu ada yang memandang. Rotasi bumi, terasa pun tidak, hanya saja butuh bantuan matahari agar ia menjadi lebih tenar dari jam. Namun, jam dan rotasi bumi tentunya tidak saling berkompetisi untuk ketenaran, bahkan jam tercipta setelah adanya rotasi bumi.

Angka di jam dimulai dari 0 hingga 24, jumlahnya genap, bagaimana jika dibuat ganjil menjadi 0 hingga 25, mungkin ceritanya akan lebih seru.

Mereka bilang bermain-main dengan waktu sama dengan buang-buang waktu. Itu berarti, waktu memiliki etika di dalam sistem kehidupan?! Oh bukan, mungkin aktivitas keuangan. Saya pun tidak yakin, senyawa waktu yang terbuang itu seperti apa dan bagaimana ia muncul sebagai sifat yang terbuang. Bagaimana dengan kematian? Sayangnya saya tidak punya imajinasi ke arah itu. Namun, sejumlah orang sok suci menyatakannya sebagai tak terhingga. Tapi, ya begitulah …

No comments:

Post a Comment